Pemeriksaan tanda vital adalah keterampilan dasar yang wajib dikuasai oleh setiap mahasiswa keperawatan. Tanda vital memberikan gambaran awal tentang kondisi kesehatan pasien dan menjadi dasar untuk menentukan tindakan keperawatan berikutnya. Bagi pemula, memahami langkah-langkah pemeriksaan dengan benar sangat penting untuk menghindari kesalahan dan memastikan hasil yang akurat.
1. Mengukur Suhu Tubuh
Suhu tubuh menunjukkan kondisi metabolik dan potensi infeksi. Pemeriksaan dapat dilakukan melalui berbagai metode:
- Oral (mulut)
- Axilla (ketiak)
- Rektal
- Timpani (telinga)
Tips:
Pastikan alat sudah dikalibrasi dan bersih sebelum digunakan.
2. Mengukur Nadi
Nadi mencerminkan denyut jantung dan aliran darah. Pemeriksaan dilakukan pada pergelangan tangan (arteri radialis) menggunakan tiga jari.
Langkah:
- Tekan ringan arteri
- Hitung selama 60 detik
- Catat irama, kekuatan, dan frekuensi
3. Mengukur Tekanan Darah (Tensi)
Tekanan darah penting untuk menilai fungsi jantung dan kondisi sistem sirkulasi.
Peralatan: sphygmomanometer dan stetoskop.
Cara pemeriksaan:
- Pasang manset di lengan
- Pompa hingga 20–30 mmHg di atas perkiraan
- Dengarkan bunyi Korotkoff
- Catat nilai sistolik dan diastolik
Akurasi penting, jadi lakukan dengan tenang dan benar.
4. Mengukur Laju Pernapasan
Laju napas adalah jumlah napas per menit.
Cara:
- Amati gerakan dada pasien
- Hitung dalam 60 detik
- Perhatikan ritme dan kedalaman napas
Mahasiswa sering lupa bahwa pasien harus dalam keadaan rileks agar hasil tidak terpengaruh.
5. Mengukur Saturasi Oksigen
Menggunakan pulse oximeter, pemeriksaan ini mengukur kadar oksigen dalam darah (SpO2).
Langkah:
- Letakkan alat di ujung jari
- Tunggu hasil stabil
- Pastikan tangan pasien tidak dingin atau bergerak
Hasil normal umumnya berada di atas 95%.
6. Catat Hasil dengan Lengkap
Setelah semua pemeriksaan dilakukan, catat hasil secara sistematis:
- Suhu
- Tekanan darah
- Nadi
- Pernapasan
- Saturasi oksigen
Pencatatan harus jelas, lengkap, dan sesuai standar dokumentasi keperawatan.
7. Jaga Sikap Profesional Selama Pemeriksaan
Selalu:
- Menyapa pasien
- Menjelaskan prosedur
- Meminta izin sebelum menyentuh
- Menjaga privasi dan kenyamanan pasien
Sikap profesional sangat mempengaruhi kepercayaan pasien.
Kesimpulan
Pemeriksaan tanda vital adalah keterampilan dasar tetapi sangat penting dalam praktik keperawatan. Dengan memahami teknik yang benar, mahasiswa dapat melakukan pemeriksaan secara akurat dan aman. Penguasaan tanda vital menjadi fondasi untuk tindakan keperawatan lanjutan dan penilaian kondisi pasien secara menyeluruh.

Leave a Reply