akpertanjungbalai.ac.id

Tanda Burnout pada Mahasiswa Keperawatan dan Cara Mengatasinya

Default featured image

Mahasiswa keperawatan memiliki rutinitas yang padat, mulai dari kuliah teori, praktikum, praktik klinik, hingga tugas laporan yang sering datang bersamaan. Tekanan akademik yang tinggi, ditambah kurangnya istirahat, dapat memicu burnout. Burnout bukan sekadar rasa lelah biasa, tetapi kondisi kelelahan fisik dan mental yang membuat seseorang kehilangan semangat, fokus, dan motivasi. Jika tidak ditangani, burnout bisa berdampak pada prestasi akademik dan kesehatan.

Apa Itu Burnout pada Mahasiswa Keperawatan?

Burnout adalah kondisi kelelahan yang terjadi karena stres berkepanjangan. Pada mahasiswa keperawatan, burnout bisa muncul saat tuntutan akademik terasa terlalu berat dan tidak seimbang dengan waktu istirahat serta pemulihan diri. Burnout sering ditandai dengan rasa jenuh, emosi tidak stabil, dan merasa tidak mampu menjalani aktivitas seperti biasanya.

Tanda Burnout yang Sering Terjadi

Burnout pada mahasiswa keperawatan bisa muncul dalam berbagai bentuk. Berikut beberapa tanda yang perlu diwaspadai.

Kelelahan Berkepanjangan

Mahasiswa merasa lelah terus-menerus meskipun sudah tidur. Tubuh terasa berat dan sulit memulai aktivitas harian, bahkan untuk hal sederhana.

Sulit Fokus dan Menurun Motivasi

Materi kuliah terasa sulit dipahami, konsentrasi mudah hilang, dan mahasiswa mulai kehilangan semangat untuk belajar maupun praktik.

Mudah Emosi dan Sensitif

Burnout membuat mahasiswa lebih mudah marah, tersinggung, atau merasa sedih tanpa alasan jelas. Emosi menjadi lebih sulit dikontrol karena tubuh dan pikiran sudah terlalu lelah.

Merasa Tidak Percaya Diri

Mahasiswa mulai merasa dirinya tidak cukup baik, takut gagal, dan sering membandingkan diri dengan teman lain. Ini bisa menyebabkan overthinking dan kecemasan berlebihan.

Menarik Diri dari Lingkungan

Mahasiswa yang burnout cenderung menghindari pertemuan sosial, tidak ingin berbicara banyak, dan lebih memilih menyendiri karena merasa tidak punya energi.

Gangguan Tidur dan Pola Makan

Burnout sering memengaruhi pola tidur, seperti sulit tidur atau tidur terlalu banyak. Pola makan juga dapat terganggu, bisa menjadi tidak nafsu makan atau justru makan berlebihan.

Cara Mengatasi Burnout Secara Sehat

Burnout tidak boleh dianggap sepele. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasinya.

Atur Ulang Jadwal dan Prioritas

Coba evaluasi aktivitas yang terlalu padat. Pilah mana yang benar-benar penting dan mana yang bisa ditunda. Membuat jadwal yang lebih realistis membantu mengurangi beban pikiran.

Istirahat yang Cukup dan Berkualitas

Tidur yang cukup sangat berpengaruh untuk pemulihan mental. Usahakan tidur teratur dan tidak begadang terus-menerus, terutama menjelang praktik atau ujian.

Luangkan Waktu untuk Pemulihan Diri

Pemulihan bukan berarti malas. Mahasiswa perlu melakukan kegiatan sederhana yang menyenangkan, seperti:

  • Jalan santai
  • Mendengar musik
  • Olahraga ringan
  • Menonton film seperlunya
    Kegiatan ini membantu tubuh dan pikiran kembali stabil.

Ceritakan Beban ke Orang Terpercaya

Jika tekanan terasa berat, jangan memendam sendiri. Bercerita kepada teman dekat, keluarga, atau pembimbing dapat membantu mengurangi beban dan memberikan sudut pandang baru.

Kurangi Sikap Perfeksionis

Mahasiswa keperawatan sering menuntut diri sendiri untuk selalu sempurna. Padahal, proses belajar selalu ada kesalahan dan perbaikan. Fokus pada progres harian lebih sehat dibandingkan memaksakan kesempurnaan.

Cari Bantuan Profesional Jika Diperlukan

Jika burnout sudah mengganggu aktivitas sehari-hari, seperti sulit berfungsi normal atau muncul gejala berat, sebaiknya mahasiswa mencari bantuan profesional seperti konselor kampus atau psikolog.

Kesimpulan

Burnout pada mahasiswa keperawatan adalah kondisi serius yang ditandai dengan kelelahan berkepanjangan, menurunnya motivasi, emosi tidak stabil, serta gangguan tidur dan fokus. Burnout dapat diatasi dengan manajemen waktu yang lebih baik, istirahat cukup, aktivitas pemulihan, dukungan sosial, serta bantuan profesional jika diperlukan. Menjaga kesehatan mental adalah langkah penting agar mahasiswa tetap mampu belajar dan berkembang secara optimal.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post