akpertanjungbalai.ac.id

Kesalahan Umum Mahasiswa Keperawatan Saat Praktik Klinik

Default featured image

Praktik klinik adalah fase penting dalam pendidikan keperawatan. Di sinilah mahasiswa belajar menerapkan teori ke dalam tindakan nyata, berinteraksi dengan pasien, serta bekerja bersama tenaga kesehatan lainnya. Namun, banyak mahasiswa keperawatan yang masih melakukan kesalahan saat praktik, terutama di tahap awal. Memahami kesalahan ini dapat membantu mahasiswa mempersiapkan diri lebih baik dan meningkatkan kualitas praktik mereka.

1. Kurang Menguasai Dasar-Dasar Keperawatan

Sebelum masuk praktik, mahasiswa seharusnya sudah menguasai teori dasar seperti tanda vital, teknik perawatan luka, dan prosedur standar. Namun, banyak yang masih ragu atau lupa langkah-langkahnya saat berhadapan dengan pasien.

Solusi:
Belajar ulang materi dasar dan lakukan latihan mandiri sebelum praktik dimulai.


2. Tidak Menyiapkan Pengetahuan tentang Pasien

Beberapa mahasiswa datang ke ruang praktik tanpa membaca rekam medis atau kondisi pasien terlebih dahulu. Akibatnya, mereka kurang memahami kebutuhan pasien.

Solusi:
Selalu cek identitas, diagnosis, dan kondisi pasien sebelum melakukan tindakan.


3. Canggung Berkomunikasi dengan Pasien

Kesalahan yang sering terjadi adalah kurangnya komunikasi, seperti bicara terlalu pelan, tidak menjelaskan tindakan, atau tidak memberikan kesempatan pada pasien untuk bertanya.

Solusi:
Latih komunikasi terapeutik dan biasakan menjelaskan setiap prosedur dengan jelas.


4. Tidak Memperhatikan Kebersihan Tangan

Kebersihan tangan adalah prosedur paling dasar dalam keperawatan. Namun, masih banyak mahasiswa lupa atau tidak melakukannya dengan benar.

Solusi:
Biasakan mencuci tangan sebelum dan sesudah kontak dengan pasien.


5. Panik Saat Menghadapi Situasi Darurat

Situasi mendesak seperti pasien tiba-tiba lemah, sesak napas, atau tekanan darah menurun sering membuat mahasiswa panik.

Solusi:
Tetap tenang, lakukan prosedur standar, dan segera laporkan ke perawat pembimbing.


6. Tidak Mencatat Tindakan dengan Lengkap

Kesalahan dokumentasi dapat menyebabkan masalah dalam pelayanan kesehatan, termasuk kesalahan medis.

Solusi:
Catat semua tindakan, waktu, dan hasilnya dengan jelas, sesuai standar dokumentasi keperawatan.


7. Kurang Memahami SOP Ruangan

Setiap unit kerja memiliki prosedur yang berbeda. Mahasiswa yang tidak memperhatikan SOP sering melakukan kesalahan yang sebenarnya bisa dicegah.

Solusi:
Pelajari SOP di ruangan tempat praktik sebelum mulai bekerja.


8. Kurang Percaya Diri dan Terlalu Bergantung pada Pembimbing

Kurangnya percaya diri membuat mahasiswa ragu mengambil tindakan, meskipun sudah mengetahui prosedurnya.

Solusi:
Berlatih, percaya diri, dan lakukan tindakan sesuai kompetensi yang sudah dipelajari.


Kesimpulan

Kesalahan saat praktik klinik adalah hal yang wajar terjadi, terutama bagi mahasiswa keperawatan yang masih baru. Namun, dengan persiapan yang baik, pemahaman teori, komunikasi yang efektif, dan kepatuhan terhadap SOP, mahasiswa dapat meningkatkan kualitas praktiknya serta berkembang menjadi perawat yang profesional dan kompeten.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post