akpertanjungbalai.ac.id

Etika Dasar Mahasiswa Keperawatan di Rumah Sakit

Default featured image

Saat menjalani praktik klinik di rumah sakit, mahasiswa keperawatan tidak hanya dinilai dari keterampilan tindakan, tetapi juga dari sikap dan etika. Etika menjadi dasar penting dalam pelayanan kesehatan karena berkaitan dengan keselamatan pasien, kenyamanan keluarga pasien, serta profesionalisme tenaga kesehatan. Mahasiswa yang memahami etika sejak awal akan lebih mudah beradaptasi dan dipercaya oleh pembimbing maupun pasien.

Menghormati Privasi dan Kerahasiaan Pasien

Salah satu etika paling penting adalah menjaga kerahasiaan pasien. Informasi medis seperti diagnosis, riwayat penyakit, atau kondisi pasien tidak boleh dibicarakan sembarangan, baik di ruang publik maupun di media sosial. Mahasiswa harus memahami bahwa privasi pasien adalah hak yang wajib dijaga.

Memperkenalkan Diri dan Meminta Izin

Sebelum melakukan pemeriksaan atau tindakan, mahasiswa sebaiknya:

  • Memperkenalkan diri dengan sopan
  • Menjelaskan tujuan tindakan
  • Meminta izin kepada pasien

Sikap ini membuat pasien merasa dihargai dan lebih nyaman saat berinteraksi dengan mahasiswa.

Menggunakan Bahasa yang Sopan dan Mudah Dipahami

Mahasiswa keperawatan harus menghindari penggunaan bahasa kasar atau istilah medis yang sulit dimengerti pasien. Komunikasi yang baik perlu dilakukan dengan bahasa yang jelas, sopan, dan tidak menakutkan. Selain itu, mahasiswa juga harus menjaga intonasi suara agar tidak terdengar memerintah atau terburu-buru.

Menjaga Penampilan Sesuai Standar Rumah Sakit

Penampilan adalah bagian dari profesionalisme. Mahasiswa sebaiknya menjaga:

  • Seragam rapi dan bersih
  • Atribut lengkap sesuai ketentuan
  • Rambut tertata dan tidak mengganggu tindakan
  • Kebersihan tangan dan kuku
    Penampilan yang rapi menunjukkan kesiapan mahasiswa dalam lingkungan pelayanan kesehatan.

Menghargai Pembimbing dan Tenaga Kesehatan Lain

Rumah sakit memiliki budaya kerja tim yang kuat. Mahasiswa perlu menghormati pembimbing, perawat senior, dokter, serta tenaga kesehatan lainnya. Sikap menghargai dapat ditunjukkan dengan:

  • Mendengarkan arahan
  • Tidak membantah dengan emosi
  • Bersikap sopan saat bertanya
    Hubungan kerja yang baik memudahkan proses pembelajaran.

Tidak Melakukan Tindakan di Luar Kompetensi

Mahasiswa harus memahami batas kemampuan dan kewenangan. Jika belum pernah melakukan suatu tindakan, mahasiswa sebaiknya meminta arahan atau pendampingan pembimbing. Melakukan tindakan sendiri tanpa izin dapat membahayakan pasien dan menimbulkan risiko serius.

Menjaga Sikap Empati dan Tidak Menghakimi

Pasien datang dengan berbagai latar belakang dan kondisi. Mahasiswa harus menunjukkan empati, tidak menghakimi, dan tetap bersikap manusiawi. Sikap ini menjadi pondasi penting dalam komunikasi terapeutik dan pelayanan keperawatan yang berkualitas.

Kesimpulan

Etika dasar mahasiswa keperawatan di rumah sakit meliputi menjaga privasi pasien, memperkenalkan diri, menggunakan bahasa sopan, menjaga penampilan, menghormati tenaga kesehatan, serta memahami batas kompetensi. Dengan etika yang baik, mahasiswa akan lebih mudah diterima di lingkungan rumah sakit dan siap berkembang menjadi perawat profesional.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post