Reflective practice atau praktik reflektif adalah proses merenungkan kembali pengalaman selama praktik untuk memahami apa yang sudah dilakukan dengan baik dan apa yang perlu diperbaiki. Bagi mahasiswa keperawatan, reflective practice sangat penting karena membantu meningkatkan kemampuan klinis, komunikasi, serta pemahaman terhadap diri sendiri dalam konteks profesional.
1. Membantu Mengevaluasi Pengalaman Praktik
Dengan melakukan refleksi, mahasiswa dapat melihat:
- Apa yang berhasil
- Apa yang kurang tepat
- Mengapa suatu tindakan dilakukan
- Bagaimana reaksi pasien dan tenaga kesehatan lain
Evaluasi ini memberikan wawasan yang lebih dalam tentang cara bekerja yang efektif.
2. Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis
Praktik reflektif mendorong mahasiswa untuk bertanya pada diri sendiri:
- Apa tujuan tindakan saya?
- Apakah saya sudah bekerja sesuai SOP?
- Apa alternatif tindakan yang lebih baik?
Proses ini memperkuat kemampuan analisis dalam mengambil keputusan klinis.
3. Meningkatkan Keterampilan Komunikasi
Melalui refleksi, mahasiswa dapat menyadari kesalahan komunikasi, misalnya:
- Kurang jelas menjelaskan prosedur
- Tidak menanyakan kembali pemahaman pasien
- Kurang memperhatikan bahasa tubuh
Perbaikan komunikasi sangat berdampak pada kualitas pelayanan kesehatan.
4. Mengurangi Stres dan Beban Emosional
Mahasiswa sering mengalami pengalaman yang menegangkan selama praktik, seperti menghadapi pasien kritis atau situasi darurat. Dengan menuliskan refleksi:
- Emosi dapat dikelola lebih baik
- Stres berkurang
- Mahasiswa merasa lebih tenang dan terarah
Refleksi menjadi cara untuk mengolah perasaan dan belajar dari pengalaman emosional.
5. Meningkatkan Kepercayaan Diri
Dengan memahami perkembangan diri melalui refleksi, mahasiswa dapat melihat:
- Peningkatan keterampilan
- Kesuksesan dalam menangani pasien
- Kemampuan mengatasi tantangan
Kepercayaan diri tumbuh seiring kesadaran bahwa mereka semakin kompeten.
6. Membantu Perencanaan Pembelajaran ke Depan
Praktik reflektif membantu mahasiswa untuk menetapkan target belajar, seperti:
- Memperbaiki teknik tertentu
- Meningkatkan kemampuan komunikasi
- Memahami SOP dengan lebih baik
Target yang jelas membuat pembelajaran lebih terarah.
7. Meningkatkan Profesionalisme
Mahasiswa yang terbiasa refleksi memiliki sikap:
- Lebih bertanggung jawab
- Lebih sadar akan perannya
- Lebih teliti dan hati-hati
- Lebih siap menghadapi situasi klinis
Profesionalisme merupakan fondasi dalam dunia keperawatan.
Kesimpulan
Reflective practice adalah kebiasaan penting yang sebaiknya dimiliki setiap mahasiswa keperawatan. Dengan merenungkan pengalaman, mengevaluasi tindakan, serta memahami kekuatan dan kelemahan diri, mahasiswa dapat berkembang menjadi perawat yang lebih profesional, percaya diri, dan kompeten.

Leave a Reply