Praktik klinik adalah tahap penting dalam pendidikan keperawatan karena mahasiswa mulai berhadapan langsung dengan pasien nyata. Pada fase ini, mahasiswa tidak hanya dinilai dari keterampilan, tetapi juga dari sikap, ketelitian, dan kepatuhan terhadap prosedur. Kesalahan kecil bisa berdampak besar terhadap keselamatan pasien. Karena itu, mahasiswa perlu memahami kesalahan fatal yang harus dihindari saat praktik klinik agar proses belajar berjalan aman dan profesional.
Tidak Melakukan Identifikasi Pasien dengan Benar
Identifikasi pasien adalah prosedur wajib sebelum tindakan apa pun. Kesalahan fatal terjadi saat mahasiswa langsung melakukan tindakan tanpa memastikan identitas pasien. Akibatnya bisa sangat serius, seperti pemberian tindakan kepada pasien yang salah. Biasakan selalu mengecek:
- Nama pasien
- Tanggal lahir atau nomor rekam medis
- Gelang identitas
Langkah ini sederhana, tetapi sangat penting untuk keselamatan pasien.
Melakukan Tindakan Tanpa Pendampingan atau Izin Pembimbing
Mahasiswa masih berada dalam tahap belajar sehingga tidak boleh melakukan tindakan sendiri tanpa arahan. Kesalahan fatal adalah mencoba prosedur yang belum dikuasai tanpa pengawasan pembimbing. Jika ragu, mahasiswa harus bertanya dan meminta pendampingan agar tindakan tetap aman.
Mengabaikan Kebersihan Tangan dan Prinsip Steril
Infeksi rumah sakit bisa terjadi karena kebersihan yang buruk. Mahasiswa sering menganggap sepele cuci tangan, padahal ini merupakan pencegahan infeksi paling utama. Kesalahan fatal yang harus dihindari meliputi:
- Tidak mencuci tangan sebelum kontak pasien
- Tidak mengganti sarung tangan sesuai prosedur
- Menyentuh alat steril tanpa teknik yang benar
Kebersihan tangan adalah bagian penting dari patient safety.
Salah Komunikasi dan Tidak Melaporkan Kondisi Pasien
Miskomunikasi dapat menimbulkan risiko yang besar. Kesalahan fatal bisa terjadi saat mahasiswa melihat kondisi pasien berubah tetapi tidak melapor. Misalnya pasien tampak sesak, tekanan darah turun, atau nyeri meningkat. Mahasiswa harus segera melaporkan perubahan kondisi kepada perawat ruangan atau pembimbing klinik agar pasien mendapat penanganan cepat.
Tidak Mencatat Tindakan dan Dokumentasi dengan Lengkap
Dokumentasi adalah bukti tindakan dan dasar pemantauan pasien. Kesalahan fatal terjadi saat tindakan dilakukan tetapi tidak dicatat, sehingga tim medis lain tidak mengetahui apa yang sudah dikerjakan. Dokumentasi yang tidak lengkap juga bisa menimbulkan tindakan ganda atau kelalaian perawatan.
Bersikap Tidak Profesional di Area Pelayanan
Sikap mahasiswa juga sangat diperhatikan. Kesalahan fatal dalam etika dapat menurunkan citra profesional, seperti:
- Banyak bercanda di ruang perawatan
- Bermain ponsel saat bersama pasien
- Berbicara terlalu keras
- Menunjukkan ekspresi tidak nyaman di depan pasien
Sikap profesional harus dijaga karena rumah sakit adalah tempat pelayanan dan pasien membutuhkan kenyamanan.
Mengabaikan Keselamatan Diri Sendiri
Kesalahan fatal bukan hanya soal pasien, tetapi juga keselamatan mahasiswa. Mahasiswa harus memperhatikan keamanan diri, seperti:
- Menggunakan APD sesuai kebutuhan
- Berhati-hati dengan jarum dan benda tajam
- Mengikuti prosedur pembuangan limbah medis
Mengabaikan keselamatan diri bisa menyebabkan cedera atau risiko infeksi.
Kesimpulan
Kesalahan fatal mahasiswa keperawatan saat praktik klinik yang harus dihindari meliputi tidak melakukan identifikasi pasien, tindakan tanpa izin pembimbing, mengabaikan kebersihan tangan, salah komunikasi, dokumentasi tidak lengkap, serta sikap tidak profesional. Dengan disiplin, teliti, dan mematuhi SOP, mahasiswa dapat menjalani praktik klinik dengan aman dan berkembang menjadi perawat profesional.

Leave a Reply