Keselamatan pasien atau patient safety adalah prinsip penting dalam pelayanan kesehatan. Dalam praktik klinik, mahasiswa keperawatan juga memiliki tanggung jawab untuk ikut menjaga keselamatan pasien, meskipun masih dalam tahap belajar. Kesalahan kecil bisa berdampak besar, sehingga mahasiswa perlu memahami langkah-langkah penting yang dapat dilakukan untuk mencegah risiko dan memastikan pelayanan berjalan aman.
Memahami Prinsip Dasar Keselamatan Pasien
Keselamatan pasien berarti memastikan pasien tidak mengalami cedera atau kerugian akibat pelayanan kesehatan. Mahasiswa perlu memahami bahwa patient safety mencakup:
- Pencegahan kesalahan tindakan
- Pengurangan risiko infeksi
- Ketepatan identifikasi pasien
- Penggunaan alat dan prosedur dengan benar
Pemahaman ini menjadi dasar sebelum mahasiswa melakukan tindakan apa pun.
Melakukan Identifikasi Pasien dengan Benar
Salah satu langkah penting dalam keselamatan pasien adalah memastikan identitas pasien sebelum tindakan. Mahasiswa harus membiasakan diri melakukan pengecekan seperti:
- Menanyakan nama dan tanggal lahir pasien
- Mengecek gelang identitas pasien
- Mencocokkan data dengan catatan medis
Identifikasi ini penting untuk menghindari tindakan pada pasien yang salah.
Menjaga Kebersihan Tangan dan Pencegahan Infeksi
Infeksi di rumah sakit bisa terjadi jika kebersihan tidak dijaga. Mahasiswa harus disiplin melakukan:
- Cuci tangan sesuai standar
- Menggunakan sarung tangan bila diperlukan
- Mengikuti prosedur steril saat tindakan
Langkah ini membantu melindungi pasien sekaligus melindungi mahasiswa dari risiko penularan.
Memastikan Prosedur Dilakukan Sesuai SOP
Mahasiswa tidak boleh melakukan tindakan asal-asalan. Semua prosedur harus mengikuti standar operasional yang berlaku. Jika belum yakin, mahasiswa perlu:
- Membaca ulang langkah tindakan
- Meminta pendampingan pembimbing
- Menghindari improvisasi yang berisiko
SOP dibuat untuk memastikan tindakan aman dan sesuai standar.
Berkomunikasi dengan Jelas dan Tidak Ragu Bertanya
Kesalahan sering terjadi karena miskomunikasi. Mahasiswa harus berani bertanya jika ada instruksi yang tidak jelas, terutama terkait:
- Dosis obat
- Waktu pemberian tindakan
- Teknik prosedur tertentu
Komunikasi yang baik membantu mengurangi risiko kesalahan dan meningkatkan koordinasi tim.
Melaporkan Kondisi Pasien yang Tidak Normal
Mahasiswa harus peka terhadap perubahan kondisi pasien. Jika menemukan hal seperti:
- Tanda vital tidak stabil
- Keluhan nyeri meningkat
- Pasien tampak sesak atau lemah
Mahasiswa wajib segera melaporkan kepada pembimbing atau perawat ruangan. Tindakan cepat dapat mencegah kondisi pasien memburuk.
Mencatat dan Mendokumentasikan Tindakan dengan Benar
Dokumentasi yang jelas membantu pemantauan pasien dan mencegah tindakan ganda atau kelalaian. Mahasiswa perlu mencatat:
- Tindakan yang dilakukan
- Respons pasien
- Waktu tindakan
- Informasi penting lainnya
Dokumentasi yang rapi adalah bagian dari keselamatan pasien.
Kesimpulan
Mahasiswa keperawatan memiliki peran penting dalam menjaga keselamatan pasien selama praktik klinik. Dengan melakukan identifikasi pasien secara benar, menjaga kebersihan tangan, mengikuti SOP, berkomunikasi jelas, melaporkan kondisi tidak normal, dan mendokumentasikan tindakan dengan rapi, mahasiswa dapat ikut menciptakan pelayanan kesehatan yang aman dan berkualitas.

Leave a Reply